Saturday, May 4, 2019

Makalah - Manajemen Usaha Agroindustri Perkebunan


MAKALAH
Mata Kuliah           :   Agroindustri Perkebunan
Modul                     :   Manajemen Usaha Agroindustri Perkebunan
Dosen                     :   Zulfitriany DM, S.P., MP





Oleh :
Text Box: Ø Sultan Ø Muliani Ø Panji Dwi Prasetyo Ø Rendi Maxima Putra Ø Nur Rahmah   Kelompok 2
Ø Syamsul Bahri
Ø Tenri Wulan
Ø Penniwati
Ø Muliana
Ø Noor Fadhilah Fajri
Ø Rini Asmarina

TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2016-2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. atas segala karunia dan hidayah-Nya sehingga makalah dengan modul“Manajemen Usaha Agroindustri Perkebunan" dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Shalawat dan taslim senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari zaman jahiliyyah ke zaman islamiyah.
Makalah ini di susun guna memenuhi tugas mata kuliah Agroindustri Perkebunanyang didalamnya membahas tentang manajemen usaha hasil perkebunan.
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan dari pembaca. Dan penyusun berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.


Pangkep, 24April 2017


   Penulis











DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.......................................................................... i
KATA PENGANTAR........................................................................... ii
DAFTAR ISI.......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................... 1
1.2 Runusan Masalah....................................................................... 1
1.3 Tujuan........................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Struktur Organisasi PT.Freshco.Tbk.......................................... 3
2.2 Alur Proses Pengolahan Kakao di PT.Freshco.Tbk................... 6
2.3 Manajemen Pemasaran PT.Freshco.Tbk..................................... 10
2.4 Kebutuhan SDM di PT.Freshco.Tbk......................................... 13
2.5 Tips Pemasaran dari PT.Freshco.Tbk......................................... 17
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan.................................................................................... 19
3.2 Saran.......................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia kaya akan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian negara. Banyak masyrakat Indonesia yang tidak sadar dengan sumber daya yang dimiliki Indonesia. Padahal jika masyarakat Indonesia sadar akan sumber daya yang dimiliki, besar kemungkinan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
Salah satu kekayaan alam yang ada di Indonesia yaitu dibidang tanaman perkebunan. Tanaman perkebunan ini merupakan tanaman yang memiliki sumber gizi yang tinggi. Salah satu tanaman perkebunan yaitu kakao. Kakao merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Dengan peluang seperti ini dapat dimanfaatkan dengan membangun sebuah perusahaan pengolahan coklat.
Perusahaan pengolahan coklat sudah banyak di Indonesia tetapi,sangat penting untuk mendirikan perusahaan coklat di Indonesia, selain dapat menambah pendapatan negara juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia yang menganggur. Pada makalah ini kami membahas tentang perusahaan coklat yang kami dirikan dengan nama PT. Freshco Tbk. Perusahaan ini bekerja sama dengan berbagai Investor yang ingin menginvestasikan sahamnya di perusahaan kami. Pada pemasaran produknya kami bekerja sama dengan Supermarket dan membentuk agen-agen pemasaran agar produk dari perusahaan kami dapat sampai di Desa-desa.

1.2  Rumusan Masalah
1.    Bagaimana Alur Proses Pengolahan Kakao di PT.Freshco.Tbk ?
2.    Bagaimana Manajemen Pemasaran PT.Freshco.Tbk ?
3.    Bagamana kebutuhan SDM di PT.Freshco.Tbk ?
4.    Bagaimana Tips Pemasaran dari PT. Freshco.Tbk ?

1.3  Tujuan
1.    Untuk MengetahuiAlur Proses Pengolahan Kakao di PT. Freshco.Tbk
2.    Untuk MengetahuiManajemen Pemasaran PT.Freshco.Tbk
3.    Untuk Mengetahui kebutuhan SDM di PT.Freshco.Tbk
4.    Untuk Mengetahui Tips Pemasaran dari PT. Freshco. Tbk


























BAB II
PEMBAHASAN

2.1          Struktur Organisasi PT.Freshco.Tbk










1.        Direksi adalah Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mwakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.
2.        Direktur utama adalah jabatan yang ditunjuk dan memberi laporan kepada Dewan Direksi / Board of Director (BOD). Adapun Tugas dan Wewenang Direktur Utama adalah mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan dibidang administrasi keuangan, kepegawaian dan kesekretariatan, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan peralatan perlengkapan, merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
3.        CFO atau direktur keuangan adalah salah satu jabatan yang paling disegani dalam bidang keuangan karena keluasan dan kedalamam pengalaman yang dituntut jabatan ini. CFO itu penting sekali bagi kesuksesan suatu organisasi, dan memerlukan pemahaman yang menyeluruh tentang akuntansi dan keuangan dalam konteks bagaimana mereka menopang strategi dan operasi bisnis.Tanggung jawab sehari-hari seorang CFO sangat bervariasi, dan dapat mencakup mencari sumber dan mengelola dana, ukuran kinerja, akuntansi manajemen, dukungan keputusan dan pelaporan keuangan.
4.        Perancangan anggaran adalah orang-orang yang bertanggung  jawab atas segala hal yang menyangkut mengenai anggaran baik itu anggaran masuk dalam perusahaan ataupun yang keluar. Dan merupakan bawahan dari direktur keuangan.
5.        Direktur adalah orang-orang yang memiliki tugas dan wewenang yang penting dalam suatu perusahaan. Adapun tugas dan wewenang tersebut adalah Menentukan kebijakan tertinggi perusahaan, bertanggung jawab terhadap keuntungan dan kerugian perusahaan, mengangkat dan memberhentikan karyawan perusahaan, memelihara dan mengawasi kekayaan peseroaan terbatas, bertanggung jawab dalam memimpin dan membina perusahaan secara efektif dan efesien, mewakili perusahaan, mengadakan perjanjian-perjanjian, merencanakan dan mengawasi pelaksanaan tugas personalia yang bekerja pada perusahaan.
6.        Manajer personalia memiliki tugas pokok/ tugas utama diantaranya adalah mengkoordinasikan semua kegiatan manajemen sumber daya manusia dalam organisasi, untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya manusia secara strategis seperti kompensasi karyawan, rekrutmen, kebijakan personalia, dan kepatuhan terhadap peraturan.
7.        Manajer  pemasaran bertanggung  jawab  dalam perusahaan secara umum diantaranya yaitu melakukan identifikasi peluang pema yang ada dengan cara mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mendefinisikan pasar, pangsa pesaing, dan kekuatan dan kelemahan pesaing serta membangun pangsa pasar yang ditargetkan / membangun tren, melakukan pemantauan dan tren pasar, mempersiapkan mengelola rencana pemasaran, membuat target pemasaran dan penju melalui perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, serta mengevaluasi iklan, mengeksplorasi cara untuk me produk dan layanan yang ada dan meningkatkan profitabilitas, mengelola materi promosi.
8.        Manejer  administrasi perkantoran adl bagian dari manajemen yg memberikan informasi layanan bidang administrasi yg diperlukan ukt melaksanakan kegiatan secara efektif & memberi dampak kelancaran pada bidang lainnya. Adapun tugas dari manajer administrasi adalah  membantu perusahaan memelihara persaingan, memberikan pekerjaan ketatausahaan yg cermat, membuat catatan dgn biaya minimal, memberikan semua keterangan yg lengkap & diperlukan siapa saja, kapan & di mana hal itu diperlukan ukt pelaksanaan perusahaan secara efisien memberikan catatan & laporan yg cukup dgn biaya serendah-rendahnya.
9.        Manajer produksi bertugas dalam  bertanggung jawab atas segala mekanisme manajemen produksi secara teknis yang meliputi pengawasan dan pengendalian proses produksi, mengawasi proses produksi, mengorganisir perbaikan dan pemeliharaan rutin peralatan produksi, mengawasi pekerjaan staf junior, menilai kelayakan proyek, mengelola pemesanan dan pembelian baha baku produksi, menjadi penghubung dengan pembeli, pasar dan staf penjualan, memperkirakan serta melakukan ne rentang waktu dengan klien dan manajer dalam hal yang berkaitan dengan proses produksi
10.    Manajer pengembangan dan riset (R&D) di suatu perusahaan bertanggung jawab untuk segala aktivitas riset dan pengembangan di perusahaan tersebut. Bagian R&D juga bertanggung jawab untuk memastikan kualitas performansi dalam perusahaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan.
11.    Kepala keamanan bertanggung jawab dalam memastikan bahwa pengelolaan, penyelenggaraan dan pengorganisasian kegiatan operasional berjalan sesuai dengan peraturan dan mempertanggungjawabkan tugasnya secara langsung kepada Area Manajer, serta secara tidak langsung kepada Operasional Manager.

2.2          Alur Proses Pengolahan Kakao di PT.Freshco.Tbk
Untuk memperoleh coklat dengan hasil terbaik, buah kakao dipanen dalam kondisi masak sempurna. Buah dipotong dan ditumpuk dengan hati-hati, lalu dibelah dan diambil bijinya. Di tingkat petani, biji coklat difermentasi dan dikeringkan sebelum dikirim ke pabrik coklat untuk pengolahan lebih lanjut.
1.        Persiapan Biji Coklat (Cocoa Bean)
Biji ditumpuk di lantai atau wadah (keranjang bambu, kotak kayu) dan difermentasi selama 2 – 8 hari. Secara periodik, dilakukan pengadukan biji agar oksigen yang dibutuhkan untuk proses fermentasi bisa masuk dan tersebar merata diseluruh tumpukan biji. Selama fermentasi, suhu biji naik menjadi 45 - 50°C yang mematikan biji (menghentikan germinasi) dan meningkatkan keasaman biji. Selain itu juga terjadi pembentukan warna dan flavor serta degradasi parsial komponen penyebab rasa pahit dan kelat. Pulp yang menempel pada biji coklat terdekomposisi secara enzimatis menjadi cairan yang larut air. Fermentasi dikatakan sempurna jika warna biji kakao berubah dari warna terang menjadi coklat gelap yang homogen dan biji mudah dipisah dari kulit bijinya.
Setelah fermentasi selesai, biji dikeringkan hingga kadar air mencapai 6 – 8%. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara penjemuran atau menggunakan oven pengering (55 – 66oC). Di beberapa negara, termasuk Indonesia, dilakukan pencucian biji sebelum dikeringkan. Walaupun akan memperbaiki penampakan biji, tetapi pencucian yang berlebihan beresiko untuk meningkatkan kerapuhan biji.


2.        Pembuatan Pasta Coklat (Cocoa Liquor)
Pembuatan pasta coklat melibatkan tahapan proses pembersihan biji, pemisahan kulit dan penyangraian. Pembersihan ditujukan untuk mengeluarkan pengotor yang mungkin terbawa, seperti pasir, batu, partikel-partikel tanaman dan sebagainya. Keberadaan pengotor ini tidak diinginkan. Jika pengotor yang keras hanya potensial untuk merusak peralatan proses, maka pengotor organik juga bisa merusak flavor coklat selama proses penyangraian.
Proses penyangraian biji coklat dilakukan pada suhu maksimal 150oC, selama 10 – 35 menit, tergantung dari tujuan akhir penggunaan biji. Biji yang akan diolah menjadi coklat (chocolate), membutuhkan proses sangrai yang lebih intensif dibandingkan dengan biji yang akan diolah untuk menjadi coklat bubuk (cocoa powder). Apapun metode penyangraian yang dipilih, proses tidak boleh menghanguskan kulit karena akan merusak flavor. Selama proses penyangraian, kadar air biji turun menjadi sekitar 2% dan terjadi pembentukan flavor coklat. Biji akan berwarna lebih gelap dengan tekstur yang lebih rapuh dan kulit menjadi lebih mudah dipisah dari daging biji (nib). Penyangraian juga akan mempermudah proses ekstraksi lemak. Selain itu, panas selama penyangraian juga berperan untuk membunuh kontaminan yang mungkin terikut dari tahapan sebelumnya.
Biji yang telah disangrai secepatnya didinginkan untuk mencegah pemanasan yang berlebihan. Biji selanjutnya dihancurkan dan dipisahkan dari kulit ari dan lembaganya dengan menggunakan teknik hembusan udara (menampi secara mekanis). Keberadaan kulit ari dan lembaga tidak diinginkan karena akan merusak flavor dan karakteristik produk olahan coklat.
Setelah penyangraian, biji coklat (nib) mengalami proses penggilingan (pelumatan). Proses ini dilakukan secara bertingkat sebanyak 2 – 3 tahap untuk memperoleh pasta coklat (cocoa liquor atau cocoa mass) dengan tingkat kehalusan tertentu.
Pada pembuatan pasta coklat, kadang juga dilakukan proses alkalisasi sebelum proses penggilingan. Tujuan proses alkalisasi adalah untuk melembutkan flavor dengan menetralkan sebagian asam-asam bebas, juga untuk memperbaiki warna, daya basah (wettability) dan dispersibilitas coklat bubuk (cocoa powder) sehingga mencegah pembentukan endapan dalam minuman coklat. Pada proses alkalisasi, nib sangrai direndam dalam larutan alkali encer (konsentrasi 2 – 2.5%) pada suhu 75 – 100oC lalu dinetralkan untuk selanjutnya dikeringkan sampai kadar air menjadi 2%, atau di adon (kneading). Proses ini menyebabkan penggembungan pati dan menghasilkan massa coklat dengan struktur sel berbentuk sponge dan porous.
3.        Pembuatan Coklat Bubuk (Cocoa Powder) dan Lemak Coklat (Cocoa Butter)
Untuk memperoleh coklat bubuk, maka sebagian lemak coklat (cocoa butter) yang ada di dalam pasta coklat harus dikeluarkan. Proses pengeluaran lemak dilakukan dengan mengepress pasta menggunakan pengepress (hidraulik atau mekanis) pada tekanan 400 – 500 bar dan suhu 90 – 100°C.
Lemak coklat panas dilewatkan ke filter press untuk memisahkannya dari kotoran yang mungkin terbawa, untuk selanjutnya dicetak dan didinginkan. Lemak coklat ini digunakan oleh industri coklat.
Bungkil biji hasil dari pengepressan dihaluskan dengan menggunakan alat penghalus (breaker) dan diayak untuk memperoleh ukuran partikel bubuk yang seragam. Kadar lemak didalam coklat bubuk berkisar antara 10 – 22%. Bubuk coklat dengan kadar lemak yang lebih tinggi biasanya memiliki warna yang lebih gelap dan flavor yang lebih ringan. Coklat bubuk ini digunakan dalam berbagai produk pangan, misalnya untuk membuat minuman coklat, inggridient untuk cake, puding, ice cream dan sebagainya.
4.        Pembuatan Coklat (Chocolate)
Coklat (chocolate) dibuat dengan menggunakan pasta coklat, yang ditambahkan dengan sukrosa, lemak coklat, dengan atau tanpa susu dan bahan-bahan lain (flavoring agent, kacang-kacangan, pasta kopi, dan sebagainya). Bahan-bahan ini dicampur dalam sebuah mixer atau paster, sehingga dihasilkan pasta coklat yang kental yang selanjutnya mengalami proses pelembutan (refining) dengan mesin tipe roll sampai diperoleh massa coklat dengan tekstur yang halus (ukuran partikel kurang dari 20 µm).
Massa coklat hasil dari refining berbentuk bubuk dan kering pada suhu ruang dengan flavor yang asam. Untuk memperbaiki konsistensi tekstur dan flavornya, maka massa coklat kadang-kadang diperam selama 24 jam pada suhu hangat (45 – 50oC) sebelum masuk ketahapan proses penghalusan (conching). Proses pemeraman ini dikenal dengan sistem dutch, kadang dilakukan untuk membuat coklat bubuk.
Proses penghalusan (conching) adalah proses pencampuran untuk menghasilkan coklat dengan flavor yang baik dan tekstur yang halus. Biasanya dilakukan dua tahap, proses dilakukan pada suhu 80oC selama 24 – 96 jam. Adonan coklat dihaluskan terus-menerus dan lesitin ditambahkan pada akhir conching untuk mengurangi kekentalan coklat. Pada tahapan ini, air dan senyawa pengganggu flavor menguap, lemak kakao akan menyelimuti partikel coklat, gula dan susu secara sempurna sehingga memberikan sensasi tekstur yang halus.
Lemak coklat memiliki beberapa bentuk polimorfik dan proses pendinginan yang dilakukan akan sangat mempengaruhi bentuk kristalnya. Jika pemadatan (kristalisasi) coklat cair dilakukan dengan proses pendinginan yang tidak terkontrol, akan dihasilkan coklat padat dengan tekstur yang bergranula dan spot-spot warna kelabu dipermukaan.
Tempering merupakan tahapan proses berikutnya, yang dilakukan untuk memperoleh coklat yang stabil, karena akan menghasilkan kristal-kristal lemak berukuran kecil dengan titik leleh yang tinggi. Adonan lemak cair didinginkan dari 50oC menjadi 18oC dalam waktu 10 menit dengan pengadukan konstan. Adonan lalu didiamkan di suhu dingin selama sekitar 10 menit untuk membentuk lemak coklat dengan kristal tipe ẞ yang bersifat stabil. Suhu selanjutnya dinaikkan menjadi 29 – 31°C, dalam waktu 5 menit. Proses ini bisa bervariasi, tergantung komposisi bahan yang digunakan.
Sebelum pencetakan, suhu coklat cair dijaga pada 30 – 32oC untuk dibawa ke wadah-wadah pencetakan. Selanjutnya, dilakukan pendinginan lambat untuk memadatkan coklat dan coklat dikeluarkan dari cetakan setelah suhu mencapai 10oC. proses pendinginan terkontrol akan menghasilkan coklat padat dengan kristal lemak yang halus dan struktur yang stabil terhadap panas, terlihat dari sifat lelehnya yang baik dan permukaan yang mengkilap.

2.3          Manajemen Pemasaran PT.Freshco.Tbk
Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan suatu organisasi dengan cara bekerja dalam sebuah team. Manajemen adalah seni untuk mengatur sesuatu, baik orang ataupun pekerjaan. Sedang pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur di mana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.
Pemasaran (menurut Wikipedia ) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasibeberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1.                Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan
Masyarakat
2.                Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran (dari sudut pandang penjual):
1. Tempat yang strategis ( place ),
2. Produk yang bermutu ( product ),
3. Harga yang kompetitif ( price), dan
4. Promosi yang gencar ( promotion ).
Dari sudut pandang konsumen:
1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants ),
2. Biaya konsumen ( cost to the customer),
3. Kenyamanan (convenience ), dan
4. Komunikasi (comunication ).
Strategi Pemasaran yang dilakukan pada PT. Freshco, Tbk yaitu:
1.             Brosur
Menyebarkan brosur merupakan salah satu strategi pemasaran untuk bisnis coklat halal rumahan yang cukup efektif. Selain menyebarkan brosur, Anda juga bisa memasang pamphlet di tempat-tempat yang mudah dilihat oleh orang dan ramai dikunjungi orang. Semakin banyak orang yang membaca brosur atau pampflet Anda maka semakin besar pula kemungkinan Anda untuk menemukan konsumen atau pelanggan.
2.             Memanfaatkan Media Online
Memasarkan produk atau bisnis coklat halal rumahan melalui media online bukanlah hal yang baru lagi. Anda bisa memulainya dengan membuat akun facebook, twitter dan lain sebagainya untuk menjaring banyak konsumen. Selain itu, Anda juga dapat mencoba untuk bergabung dengan forum-forum online yang sesuai dengan pangsa pasar. Menjalin hubungan lebih luas akan memberikan kesempatan lebih baik bagi pemula bisnis.
3.             Pemasaran Dari Mulut Ke Mulut
Sebagai langkah awal memasarkan produk bisnis coklat halal rumahan memang bukan hal mudah. Biasanya para pemula bisnis coklat halal rumahan memasarkannya dengan cara dari mulut ke mulut. Yang bisa Anda jadikan target pasar adalah, teman, keluarga, tetangga bahkan rekan kerja. Mulai dari orang terdekat tersebut Anda sebagai pemula bisnis bisa mendapatkan kritikan serta masukan untuk mengembangkan bisnis coklat halal rumahan yang Anda jalankan.
4.             Mengikuti Pameran Dan Bazar
Bisnis coklat halal rumahan tidak akan bisa berkembang dengan baik ketika Anda hanya duduk diam tanpa melakukan usaha apapun. Salah satu strategi pemasaran untuk mengenalkan produk Anda adalah dengan mengikuti pameran atau bazaar. Dengan begitu Anda mempunyai kesempatan untuk memamerkan produk coklat halal hasil olahan rumahan Anda. Dengan mengikuti acara bazar, pemula tidak hanya bisa meningkatkan penjualan produk coklat halal tetapi juga bisa menjaring relasi bisnis lebih banyak lagi.
5.             Pasarkan Ke Toko-Toko
Jika hal ini dirasa perlu dan harus, Anda dapat memasarkan produk dari bisnis coklat halal rumahan Anda ke toko-toko yang berada jauh dari tempat tinggal Anda. Namun sebelum Anda menggunakan strategi pemasaran rumahan, cobalah terlebih dahulu untuk memahami bagaimana karakter pembeli dari toko tersebut. Apa yang mereka butuhkan dan bagaimana pengaruhnya bagi bisnis rumahan Anda kelak.
6.             Kartu Nama
Membuat kartu nama bagi sebagian pemula bisnis kadang dianggap sebagai hal sepele. Banyak dari pemula bisnis yang menganggap bahwa membuat kartu nama hanyalah sebagai sarana untuk memudahkan orang menghubungi perusahaan Anda. Padahal perlu Anda ketahui bahwa kartu nama bisa digunakan sebagai alat untuk pemasaran bisnis coklat halal rumahan Anda.
Rumah memanglah tempat untuk memulai usaha yang sangat strategis bagi Anda yang memiliki modal kecil. Jika bisnis coklat halalrumahan Anda sudah maju dan berkembang dengan baik, barulah Anda memikirkan strategi baru untuk menyewa tempat usaha yang lebih besar lagi.

2.4          Kebutuhan SDM di PT.Freshco.Tbk
Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi. Timbulnya kebutuhan akan profesionalisme untuk membantu organisasi dalam melaksanakan tujuannya menunjukkan semakin berperannya sumber daya manusia dalam mencapai keberhasilan organisasi dan semakin meningkatnya perhatian terhadap manajemen SDM. Para manajer memberikan perhatian penting kepada ketersediaan kemampuan-kemampuan dan keahlian-keahlian yang dibutuhkan dalam rangka pertumbuhan bisnis, kualitas kemampuan manajerial dan pengendalian terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan pengelolaan sebagian besar karyawan yang memiliki kemampuan tinggi. Agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik, dibutuhkan sumber daya manusia yang memenuhi syarat-syarat dan kriteria organisasi. Dari semua kriteria tersebut diharapkan akan terbentuk sumber daya manusia yang produktif yang berguna terhadap pencapaian tujuan organisasi. Manajemen yang baik akan cepat tanggap dalam memenuhi kebutuhan karyawan yang memiliki kemampuan dari keinginan untuk melaksanakan program-program organisasi. Untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka diperlukan perencanaan sumber daya manusia. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa mereka mempunyai karyawan yang benar pada saat yang tepat untuk melaksanakan rencana organisasi.
Kebutuhan (demand) atau permintaan akan sumber daya manusia oleh suatu organisasi adalah merupakan ramalan kebutuhan akan sumber daya manusia ini bukan sekedar kuantitas atau jumlah saja tetapi juga menyangkut soal kualitas. Dalam meramalkan kebutuhan sumber daya manusia yang akan datang perlu memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan organisasi itu.Adapun kebutuhan tenaga kerja di PT. Freshco Tbk yaitu 55 orang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dan harus diperhitungkan dalam membuat ramalan kebutuhan sumber daya manusia pada waktu yang akan datang antara lain:
1.            Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah kondisi lingkungan bisnis yang berada diluar kendali perusahaan yang berpengaruh pada rencana strategi dan rencana operasional, sehingga langsung atau tidak langsung berpengaruh pada perencanaan SDM. Faktor eksternal tersebut pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai sebab atau alasan permintaan SDM dilingkungan sebuah organisasi/perusahaan. Sebab atau alasan terdiri dari:
a.         Ekonomi Nasional dan Internasional (Global)
Faktor ini pada dasarnya berupa kondisi dan kecendrungan pertumbuhan ekonomi dan moneter nasional dan/atau Internasional yang berpengaruh pada kegiatan bisnis setiap dan semua organisasi atau perusahaan.
b.        Sosial, politik dan budaya.
Faktor ini tercermin dalam kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di wilayah Negara tempat operasional sebuah organisasi atau perusahaan menjalankan operasional bisnisnya.
c.         Perkembangan ilmu dan teknologi
Perkembangan dan kemajuan Ilmu dan Teknologi berpengaruh pada kecepatan dan kualitas proses produksi dalam bentuk teknologi untuk mendesain produk, meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas dan kualitas produk, termasuk juga teknologi pemberian pelayanan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Organisasi yang tidak mampu mengadaptasi kemajuan dan perkembangan teknologi baru yang canggih dalam melaksanakan pekerjaan, akan ditinggalkan atau tersisih dalam berkompetisi.
d.        Pasar Tenaga Kerja dan Perusahaan pesaing
Pasar tenaga kerja adalah areal geografi yang memiliki persediaan tenaga kerja yang dibutuhkan (demand) sebuah perusahaan. Dan perusahaan pesaing adalah hal yang harus dipertimbangkan dalam memprediksi kebutuhan SDM.
2.            Faktor internal
Faktor internal adalah kondisi persiapan dan kesiapan SDM sebuah organisasi/perusahaan dalam melakukan operasional bisnis pada masa sekarang dan untuk mengantisipasi perkembangannya dimasa depan. Dengan kata lain faktor internal adalah alasan permintaan SDM, yang bersumber dari kekurangan SDM didalam organisasi/perusahaan yang melaksanakan bisnisnya, yang menyebabkan diperlukan penambahan jumlah SDM. Alasan ini terdiri dari:
a.        Faktor Rencana Strategik dan Rencana Operasional
Faktor ini merupakan penyebab utama yang terpenting dalam memprediksi kebutuhan SDM.
b.        Faktor Prediksi Produk dan Penjualan
Sebuah organisasi atau perusahaan harus melakukan prediksi produk yang akan dihasilkannya dan memprediksi pula produk yang bisa dipasarkan. Prediksi ini pada dasarnya merupakan prediksi laba yang dapat diraih, dengan mempergunakan jumlah dan kualitas SDM yang sudah dimiliki oleh organisasi/perusahaan. Kemungkinan meningkat dan menurunnya produk dan pemasaran atau laba perusahaan, sangat besar pengaruhnya pada prediksi kebutuhan SDM.
c.        Faktor Pembiayaan SDM
Dalam memprediksi kebutuhan SDM sekurang-kurangnya harus sesuai dengan kemampuan organisasi/perusahaan membayar upah/gaji tetap sebagai bagian pembiayaan SDM dari presentase laba yang dapat diraih organisasi/perusahaan secara berkelanjutan.
d.       Faktor Pembukaan Bisnis baru
Pengembangan produk baru akan berdampak diperlukannya penambahan SDM, karena terjadi penambahan pekerjaan dan bahkan mungkin bertambahnya jabatan baru. Untuk itu perlu dilakukan prediksi kebutuhan SDM dalam perencanaan SDM, baik jumlah maupun kualitasnya, yang disebabkan oleh pengembangan bisnis baru dilingkungan sebuah organisasi/perusahaan.
e.        Faktor Desain Organisasi dan Desain Pekerjaan
Semakin banyak unit kerja dalam struktur organisasi, maka semakin banyak dan semakin bervariasi kualifikasi permintaan dalam perencanaan SDM sebuah organisasi/perusahaan.
f.         Faktor Keterbukaan dan keikutsertaan para manajer
Pada dasarnya faktor ini berkenaan dengan keterbukaan dan kebijaksanaan Manajer Puncak. Kebijaksanaan tanpa diskriminasi dengan nilai-nilai demokratis memungkinkan perencanaan SDM memprediksi jumlah dan kualifikasi permintaan SDM secara akurat dan obyektif.
3.            Persediaan karyawan
Faktor ini adalah kondisi tenaga kerja (SDM) yang dimiliki perusahaan sekarang dan prediksinya dimasa depan yang berpengaruh pada permintaan tenaga kerja baru. Kondisi tersebut dapat diketahui dari hasil audit SDM dan Sistem Informasi SDM (SISDM) sebagai bagian dari Sistem Informasi manajemen (SIM) sebuah organisasi/perusahaan. Beberapa dari faktor ini adalah:
a.         Karyawan yang akan pension
Jumlah, waktu dan kualifikasi SDM yang akan pension, yang harus dimasukkan dalam prediksi kebutuhan SDM sebagai pekerjaan atau jabatan kosong yang harus dicari penggantinya.
b.        Pengunduran diri karyawan
Prediksi jumlah dan kualifikasi SDM yang akan berhenti atau keluar dan pemutusan hubungan kerja (PHK) sesuai dengan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau kontrak kerja, yang harus diprediksi oleh penggantinya untuk mengisi kekosongan pada waktu yang tepat, baik dari sumber internal maupun eksternal.
c.         Kematian, dan sebagainya.
Prediksi yang meninggal dunia. Prediksi ini perlu dilakukan di lingkungan organisasi atau perusahaan yang telah memiliki SDM dalam jumlah besar yang seharusnya memiliki Sistem Informasi SDM yang akurat. Prediksi yang meninggal dunia dilakukan karena kemungkinan terjadi diluar kekuasaan manusia atau tidak tergantung usia, sehingga mungkin saja dialami oleh pekerja yang usianya relative masih muda.

2.5          Tips Pemasaran dari PT. Freshco. Tbk
Adapun tips pemasaran dari PT. Frescho. Tbk ini adalah:
1.        Memasang iklan baris di koran.
2.        Memasang iklan di buku telepon (yellow pages).
3.        Menyebarkan katalog promosi dan iklan di pusat perkulakan.
4.        Mendekati calon konsumen lewat telepon secara aktif.
5.        Mendatangi langsung konsumen yang potensial.
6.        Berpromosi lewat surat ( direct mail ).
7.        Menjadi pembicara di seminar, dan bicarakan hal-hal yang hanya dikuasai.
8.        Menjadi pembicara tamu acara dialog di radio.
9.        Membuat data konsumen lengkap dengan alamat dan kontaknya. Jaga terus agar tetap up to date.
10.    Membangun citra perusahaan dengan kop surat yang menarik.
11.    Merancang brosur yang menjelaskan keuntungan produk.
12.    Mengembangkan cara pemesanan lewat jarak jauh ( delivery) seperti lewat surat, email, SMS, Telpon, BBM atau media lainnya
13.    Membuat tempat khusus untuk memamerkan usaha Penjualan Coklat
14.    Merancang pemasaran jarak jauh (telemarketing )
15.    Membuat logo perusahaan sesuai dengan citra yang dibangun
16.    Menerbitkan bulletin yang berkaitan dengan usaha yang dimiliki, paling tidak 3 bulan sekali
17.    Mencetak kalender dan membagikannya sebagai souvenir.
18.    Membuat kampanye sosial yang berkaitan dengan bisnis Penjualan Coklat.
19.    Membuat stiker dengan logo dan slogan perusahaan dan membagikannya
20.    Membuat kaos dengan logo dan nama perusahaan lalu membagikannya.








BAB III
PENUTUP

3.1  Simpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapaiproses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini diharapkan dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca. Serta diharapkan pembaca dapat memahami pembahasan mengenai produk agroindustri hilir dari jamur. Selain itu, dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu diharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini kedepannya.


DAFTAR PUSTAKA








 

No comments:

Post a Comment